Kesederhanaan Pak Harto: Saat Presiden Berbaju Koko dan Bersarung

Jakarta, Mata Negeri Ada satu potret yang selalu membekas dalam ingatan banyak orang Indonesia: Soeharto mengenakan baju koko putih dan sarung, duduk tenang, tanpa atribut kekuasaan, tanpa jarak antara pemimpin dan rakyatnya. Pada momen-momen itu, Pak Harto tampil bukan sebagai Presiden yang berkuasa puluhan tahun, melainkan sebagai orang Jawa yang sederhana, religius, dan membumi.

Baju koko dan sarung bukan sekadar busana. Keduanya adalah simbol kesahajaan. Dalam balutan pakaian itu, Soeharto sering terlihat saat beribadah, menerima tamu secara informal, atau berada di lingkungan keluarga. Tidak ada jas resmi, tidak ada tongkat komando yang ada hanyalah ketenangan wajah dan bahasa tubuh yang bersahaja.

Bagi masyarakat Jawa, sarung melambangkan kedekatan dengan akar tradisi, sementara baju koko merepresentasikan kesalehan dan kesederhanaan hidup. Ketika Pak Harto memakainya, muncul kesan kuat bahwa ia ingin dilihat bukan semata sebagai penguasa negara, melainkan sebagai bapak keluarga dan pemimpin yang paham nilai-nilai rakyat kecil.

Kontras itu terasa tajam bila dibandingkan dengan citranya di panggung kenegaraan tegas, dingin, penuh perhitungan politik. Namun saat bersarung dan berkoko, aura yang muncul adalah hening, kalem, dan penuh kontrol diri, khas laku Jawa yang mengutamakan menahan diri dan menjaga keseimbangan batin.

Bagi pendukungnya, potret ini menegaskan citra Pak Harto sebagai pemimpin yang sederhana dan religius. Bagi pengkritiknya, ia adalah simbol bagaimana kesahajaan personal bisa berjalan berdampingan dengan kekuasaan yang sangat kuat. Apa pun tafsirnya, momen Pak Harto berbaju koko dan sarung telah menjadi ikon visual yang tak terpisahkan dari perjalanan sejarah Indonesia.

 

#Soeharto

#PakHarto

#Kesederhanaan

#BajuKoko

#Sarung

#SejarahIndonesia

 

Sumber : Hj Hagia Sophia

Editor : Kanda Ali

More From Author

TETES DARAH MAYOR SUGENG DAN RAHASIA OPERASI LAKSAMANA URIP SANTOSO

Widodo Adi Sutjipto: Panglima TNI dari Lautan yang Menorehkan Sejarah Bangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *