JAKARTA | MATA NEGERI — Sejarah perjuangan bangsa Indonesia kembali mencatat satu momen penting yang sarat makna dan keteladanan. Pada 11 November 1946, Panglima Besar Jenderal Sudirman tiba di Stasiun Manggarai, Jakarta, setelah menempuh perjalanan panjang dan penuh tekanan dari Yogyakarta, di tengah kuatnya cengkeraman kekuatan Sekutu pasca-Perang Dunia II.
Kedatangan Panglima Besar tidak berlangsung mulus. Dalam perjalanannya, rombongan Jenderal Sudirman yang didampingi Mayor Jenderal Abdulkadir sempat tertahan di wilayah Kranji. Tentara Inggris yang saat itu menguasai jalur strategis Jakarta-Bekasi memberlakukan pembatasan ketat, sebagai bagian dari tekanan politik dan militer terhadap Republik Indonesia yang baru berdiri.
Situasi Jakarta kala itu berada dalam kondisi genting. Ancaman, intimidasi, serta manuver kekuatan asing menjadi bayang-bayang nyata bagi setiap pemimpin Republik. Namun, di tengah kondisi tersebut, keteguhan Panglima Besar Sudirman tak sedikit pun surut. Dengan wibawa seorang panglima dan keyakinan penuh terhadap kedaulatan bangsa, ia tetap melanjutkan misi kenegaraan yang diembannya.
Kehadiran Jenderal Sudirman di Stasiun Manggarai bukan sekadar sebuah kedatangan fisik, melainkan simbol perlawanan bermartabat. Ia menegaskan kepada dunia bahwa Republik Indonesia berdiri tegak, tidak tunduk pada tekanan maupun ancaman kekuatan asing.
Peristiwa bersejarah ini menjadi saksi bisu ketabahan, kepemimpinan, serta keberanian para pejuang kemerdekaan dalam mempertahankan eksistensi bangsa. Dokumentasi momen tersebut juga tercatat dalam arsip Nationaal Archief, memperkuat bukti perjalanan sejarah yang tak terpisahkan dari perjuangan mempertahankan NKRI.
Jejak langkah Panglima Besar Jenderal Sudirman di Manggarai 1946 menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih dan dipertahankan dengan pengorbanan, keberanian, serta keteguhan prinsip yang tak tergoyahkan.
#JenderalSudirman
#PanglimaBesar
#SejarahKemerdekaan
#Manggarai1946
#PerjuanganBangsa
#NKRIHargaMati
#MataNegeri
Sumber: Hj. Hagia Sophia
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Kanda Ali


