Mata Negeri.id
Senang sekali sore ini, Presiden Prabowo Subianto beserta putra semata wayangnya, Mas Didit, menyempatkan diri hadir ke kediaman kami untuk berbagi kebahagiaan di hari Natal. Kami duduk santai selama hampir 45 menit, berbincang tentang berbagai hal mulai dari pekerjaan sehari-hari hingga pentingnya menjaga kekompakan dan persatuan sebagai sesama anak bangsa.
Selama percakapan, Presiden tampak sangat gembira mendengar kabar bahwa negosiasi tarif dengan Amerika Serikat akan segera rampung. Beliau juga memberikan pesan untuk terus menjaga hubungan bilateral yang baik dengan negara mitra dan sahabat. Saya juga melaporkan kesiapan peluncuran GovTech untuk Bansos Digital pada bulan Oktober tahun depan – yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo bersama Presiden World Bank – sebagai langkah besar untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan publik Indonesia.
Namun, yang paling menarik bagi saya adalah atensi positif beliau terhadap pengembangan “seed industry” melalui riset yang sedang kami jalankan di TSTH2. Presiden sangat menekankan bahwa kemandirian benih adalah kunci masa depan industri pangan negara.
Selain itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap gerak cepat TNI dalam menangani bencana di Sumatera, melalui pembangunan lebih dari 150 jembatan Bailey di beberapa titik untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Sebelum berpamitan, beliau menyampaikan pesan yang relevan dengan semangat Natal: di tengah badai ujian yang menerpa bangsa, kita harus selalu kompak dan menjaga persatuan, khususnya dalam mempercepat pemulihan saudara-saudara yang tertimpa musibah di Sumatera dan Aceh. Bagi saya, kunjungan beliau sore ini menjadi pengingat bahwa tidak ada beban yang terasa berat jika dipikul bersama – karena kemanusiaan serta persatuan adalah jembatan sesungguhnya untuk membawa bangsa ini bangkit dan terus melangkah maju.
Tim Redaksi


