Mata Negeri.id
JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan rencana pemerintah untuk mencetak lahan sawah seluas 100 ribu hektare di Papua sebagai upaya memenuhi kebutuhan beras dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Saat ini, produksi beras di Papua baru mencapai sekitar 120 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat menembus 660 ribu ton. Kondisi ini menyebabkan defisit beras sekitar 500 ribu ton setiap tahunnya yang masih harus dipasok dari luar daerah.
Menurut Mentan Amran, program cetak sawah tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dan tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Papua Selatan, Papua, dan Papua Barat. Pemerintah menargetkan proses pengembangan lahan pertanian tersebut dapat rampung dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan, sehingga Papua mampu mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan.
Selain cetak sawah, Kementerian Pertanian juga akan mengaktifkan kembali pabrik sagu di Sorong, Papua Barat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan pangan lokal berbasis komoditas unggulan daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada beras.
Ke depan, Mentan Amran menargetkan seluruh pulau di Indonesia dapat mencapai swasembada pangan. Pulau Jawa diharapkan menjadi wilayah surplus yang mampu menopang daerah-daerah lain yang masih mengalami kekurangan produksi.
Secara nasional, pemerintah menargetkan program cetak sawah seluas 400 ribu hektare pada tahun 2026 dengan total anggaran sekitar Rp10 triliun. Program tersebut akan dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk kawasan food estate, sebagai bagian dari agenda besar ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Tim Redaksi







