Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kualitas serta pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia melalui berbagai program prioritas nasional yang saat ini terus dijalankan.
Hal tersebut disampaikan Prasetyo Hadi usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). Ia menekankan bahwa peningkatan fasilitas pendidikan menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong mutu pembelajaran.
“Sekali lagi, ini memang kita bekerja keras untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan kita,” ujar Prasetyo Hadi.
Salah satu program strategis di sektor pendidikan adalah Sekolah Rakyat, yang merupakan gagasan Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini dirancang sebagai instrumen pemutus mata rantai kemiskinan melalui pemerataan pendidikan di seluruh daerah.
Hingga saat ini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di Indonesia. Program tersebut menampung 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan.
“Sekolah Rakyat untuk anak-anak dari desil 1 dan desil 2 kita adakan dan kita bangun,” jelas Mensesneg.
Terkait peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah terus memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mengakses pendidikan unggulan melalui pembangunan kampus baru di berbagai wilayah.
Ia menjelaskan, setelah kampus SMA Taruna Nusantara Magelang, Kementerian Pertahanan melalui Yayasan YPPSDP dan Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara telah membangun dua kampus baru, yakni di Malang dan Cimahi. Selain itu, pembangunan juga tengah berlangsung di tiga lokasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta masing-masing satu kampus di Sulawesi Utara dan Sumatra Selatan.
Selain memperkuat jaringan SMA Taruna Nusantara, pemerintah juga mengembangkan SMA Garuda sebagai sekolah unggulan baru yang ditargetkan hadir di setiap provinsi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.
“Kita benar-benar ingin mempersiapkan sumber daya manusia yang akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045,” pungkas Prasetyo Hadi.


