Kemendes PDT Dorong Produk Unggulan Desa Naik Kelas lewat Pameran HDN 2026 di Boyolali

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus memperkuat peran desa sebagai penggerak ekonomi nasional melalui pengembangan produk unggulan dan penguatan ekosistem usaha desa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pameran Produk Unggulan dan Pasar Murah yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2026 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Menurutnya, pameran ini tidak sekadar ajang promosi, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendorong pelaku usaha desa naik ke level nasional.

“Pameran ini bertujuan menaikkan pelaku usaha desa ke level nasional,” ujar Yandri.

Yandri menekankan bahwa desa harus menjadi aktor utama dalam perekonomian nasional. Untuk itu, Kemendes PDT terus memperkuat revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) agar mampu berperan sebagai motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

Dalam konteks penguatan ekonomi desa, Yandri juga menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak perlu dipertentangkan dengan BUMDesa. Kedua lembaga tersebut justru diharapkan dapat saling melengkapi dan berkolaborasi dalam mengembangkan potensi ekonomi desa.

“Kolaborasi KDMP dan BUMDesa diyakini mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi desa,” jelasnya.

Ia mencontohkan sejumlah BUMDesa yang telah berhasil menembus pasar internasional, di antaranya BUMDesa di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang mengekspor kemiri ke Australia, serta Desa Ngoran yang sukses mengekspor kendang jimbe ke Tiongkok. Ke depan, Kemendes PDT menargetkan pembentukan 5.000 Desa Ekspor melalui sinergi dengan Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Desa Nasional 2026, Tabrani, menyampaikan bahwa pameran ini menjadi wadah strategis bagi promosi dan penguatan ekosistem usaha desa berbasis kearifan lokal. Lebih dari 90 pelaku usaha turut ambil bagian dalam pameran tersebut, termasuk BUMDesa terbaik serta pelaku UMKM lokal dari Boyolali dan berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Pameran ini diikuti lebih dari 90 pelaku usaha, mulai dari BUMDesa terbaik hingga UMKM lokal Boyolali dan Jawa Tengah,” ungkap Tabrani.

Selain penguatan sektor usaha desa, Kemendes PDT juga mendorong pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat melalui kolaborasi lintas kementerian. Dalam kesempatan tersebut, Mendes Yandri bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyerahkan bantuan satu ton ikan lele kepada perwakilan warga. Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama Kemendes PDT dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Muhammad Hatta, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Bupati Boyolali Agus Irawan, unsur Forkopimda Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Boyolali, perwakilan perbankan nasional dan daerah, serta jajaran pimpinan tinggi di lingkungan Kemendes PDT.

More From Author

Pemerintah Perkuat Akses Pendidikan Nasional, Mensesneg Tegaskan Komitmen Tingkatkan Fasilitas dan Sekolah Unggulan

Kodam V/Brawijaya Kawal Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Sumenep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *