Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Di Provinsi Riau, hingga saat ini telah beroperasi tiga Sekolah Rakyat yang tersebar di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hilir.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli, menyampaikan bahwa dua Sekolah Rakyat berada di Kota Pekanbaru, sementara satu sekolah lainnya berlokasi di Kabupaten Rokan Hilir. Seluruh sekolah tersebut melayani jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan sistem pendidikan berasrama.
“Saat ini di Riau sudah ada tiga Sekolah Rakyat. Dua berada di Pekanbaru dan satu di Rokan Hilir, dan seluruhnya mulai beroperasi sejak tahun 2025,” ujar Zulfadli dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, ketiga Sekolah Rakyat tersebut saat ini menampung total 225 siswa. Rinciannya, sebanyak 100 siswa bersekolah di Sekolah Rakyat Rumbai, 50 siswa di Sekolah Rakyat Asrama Haji Pekanbaru, serta 75 siswa di Sekolah Rakyat Kabupaten Rokan Hilir.
“Jumlah siswa Sekolah Rakyat di Riau saat ini mencapai 225 orang, dengan jumlah terbanyak berada di Kota Pekanbaru,” jelasnya.
Program Sekolah Rakyat secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas. Proses seleksi peserta didik dilakukan secara ketat dan transparan melalui verifikasi langsung oleh tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.
Zulfadli menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan pendidikan gratis dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak di Riau yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena faktor ekonomi. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi mereka,” tegasnya.
Untuk tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan penambahan satu Sekolah Rakyat baru di Kabupaten Kuantan Singingi. Berbeda dengan sekolah sebelumnya yang memanfaatkan bangunan eksisting, Sekolah Rakyat tersebut akan dibangun dari awal dengan dukungan anggaran dari APBN.
“Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi direncanakan dimulai tahun ini dan ditargetkan selesai serta mulai beroperasi pada akhir 2026,” pungkas Zulfadli.


