Pemerintah Luncurkan PPDB Sekolah Garuda 2026/2027 untuk Cetak SDM Unggul Berbasis Sains

Jakarta – Pemerintah memperkuat strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui peluncuran Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Garuda Tahun Ajaran 2026/2027. Program ini menjadi langkah konkret Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan Indonesia yang berdaya saing global berbasis penguasaan sains dan teknologi.

Peluncuran PPDB Sekolah Garuda dilaksanakan secara daring dan dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama dari seluruh Indonesia.

Menteri Brian menegaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan SDM unggul sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.

“Sumber daya manusia unggul adalah kunci keberhasilan pembangunan nasional. Peluncuran seleksi PPDB Sekolah Garuda ini menjadi fondasi awal untuk menyiapkan generasi pemimpin Indonesia di masa depan,” ujar Brian Yuliarto dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat (30/1/2026).

Sekolah Garuda dirancang sebagai ekosistem pendidikan khusus dengan kurikulum bertaraf internasional, fasilitas pembelajaran modern, serta didukung oleh guru dan tenaga kependidikan terbaik. Fokus pendidikan diarahkan pada pengembangan talenta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), yang disertai pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan wawasan global.

Menegaskan prinsip keadilan akses pendidikan, Menteri Brian menyampaikan bahwa seluruh peserta didik Sekolah Garuda akan memperoleh beasiswa penuh dari negara. Menurutnya, kesempatan mengenyam pendidikan unggul tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh potensi, prestasi, dan kerja keras peserta didik.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani menyampaikan bahwa PPDB 2026/2027 merupakan rekrutmen angkatan pertama Sekolah Garuda dengan total 640 peserta didik.

“Peserta didik akan direkrut untuk empat Sekolah Garuda baru yang berlokasi di Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Sekolah Garuda akan dilengkapi sarana dan prasarana pembelajaran berstandar internasional, namun tetap mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai-nilai kebangsaan. Program ini ditujukan untuk menjaring talenta terbaik bangsa yang mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional serta bersaing di tingkat global, khususnya di bidang sains dan teknologi.

Sementara itu, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek Ardi Findyartini menjelaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan satuan pendidikan menengah formal di bawah Kemdiktisaintek yang disiapkan secara khusus untuk mencetak lulusan berdaya saing global.

“Arah kebijakan PPDB Sekolah Garuda menekankan proses seleksi yang adil, terbuka, transparan, akuntabel, dan nondiskriminatif dengan mempertimbangkan potensi akademik, nonakademik, serta latar belakang sosial-budaya calon peserta didik,” ujarnya.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, empat Sekolah Garuda baru akan berlokasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Tanjung Selor (Kalimantan Utara), Kabupaten Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Kabupaten Belitung Timur (Bangka Belitung).

Tahapan seleksi PPDB Sekolah Garuda dilakukan secara berjenjang, meliputi pendaftaran dan unggah dokumen administrasi pada Februari 2026, tes potensi akademik dan akademik pada pekan ketiga Maret 2026, wawancara pada akhir Maret 2026, tes kesehatan pada awal April 2026, serta pengumuman hasil seleksi dan orientasi peserta didik pada Mei 2026.

Informasi lengkap terkait mekanisme, jadwal, dan persyaratan seleksi PPDB Sekolah Garuda dapat diakses melalui laman smaunggulgaruda.id serta kanal resmi Kemdiktisaintek.


Tim Redaksi

More From Author

KPK Kembalikan Rp1,53 Triliun Aset Korupsi ke Negara Sepanjang 2025

BNPB Rampungkan Penyaluran Dana Tunggu Hunian bagi 74 KK Terdampak Banjir di Lhokseumawe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *