MataNegeri.id – Ribuan muslimin dan muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memadati kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 tahun, Minggu (1/2/2026). Peringatan satu abad organisasi Islam terbesar di Indonesia ini berlangsung khidmat dan penuh makna, menjadi momentum kebersamaan sekaligus doa kebangsaan untuk masa depan Indonesia.
Kegiatan ini menegaskan peran strategis NU dalam perjalanan sejarah bangsa serta komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional, termasuk mendukung kehadiran IKN sebagai pusat pemerintahan baru. Ribuan jamaah dari berbagai daerah hadir dengan semangat persatuan, memperlihatkan kuatnya ikatan kebangsaan yang dijalin melalui nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Dalam peringatan tersebut, rangkaian doa bersama dipanjatkan sebagai wujud ikhtiar spiritual agar pembangunan IKN berjalan lancar, membawa kemaslahatan, serta tetap berlandaskan nilai keadilan, toleransi, dan keberagaman. Para ulama dan tokoh NU menekankan pentingnya peran agama sebagai penuntun moral dalam pembangunan bangsa.
Momentum Harlah ke-100 NU ini juga menjadi penanda bahwa IKN tidak hanya dibangun sebagai pusat administrasi negara, tetapi juga dirancang sebagai ruang hidup yang berkarakter spiritual, sosial, dan kebudayaan. Kehadiran NU di IKN menunjukkan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Dengan mengusung semangat Islam rahmatan lil ‘alamin, NU menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kerukunan umat, memperkuat toleransi, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Nusantara sebagai rumah bersama yang damai dan berkeadaban.
Peringatan satu abad NU di IKN menjadi simbol kuat sinergi antara ulama, umat, dan negara dalam menatap masa depan Indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan bermartabat.
Tim Redaksi


