PONTIANAK – Seni budaya Hadrah sebagai warisan budaya Islam tradisional hingga kini masih terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Di era modern saat ini, pelestarian budaya Hadrah dinilai sangat penting agar tidak hilang ataupun punah di kalangan generasi muda.

Pada Minggu, 24 Mei 2026, di kawasan Jalan Paret Pangeran, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, masyarakat setempat masih aktif menjaga dan mewariskan budaya Hadrah secara turun-temurun kepada anak-anak muda.
Di daerah tersebut terdapat perkumpulan Wirid Al-Barzanji yang saat ini dipimpin oleh Bapak Farhan Usman dan dibina oleh Ust. Sulham, SH. Forum Wirid Sholawat Al-Barzanji ini mulai terbentuk sejak tahun 2022 dan hingga saat ini masih terus berjalan dengan baik.
Kegiatan rutin majelis dilaksanakan satu kali dalam seminggu, tepatnya setiap Senin malam Selasa, dengan sistem bergiliran dari rumah ke rumah para jamaah dan anggota majelis.
Ust. Sulham, SH mengungkapkan bahwa pembinaan terhadap generasi muda sangat diperlukan agar mereka dapat diarahkan kepada kegiatan-kegiatan positif. Salah satunya melalui seni budaya Hadrah yang dinilai memiliki banyak manfaat, baik bagi psikologis generasi muda maupun mengandung nilai-nilai ibadah di dalamnya.
“Melalui kegiatan Hadrah, anak-anak muda dapat diarahkan kepada aktivitas yang positif, mempererat silaturahmi, sekaligus menanamkan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar beliau.
Dari hasil pembinaan tersebut, para generasi muda yang tergabung dalam majelis kini sudah mampu tampil dalam berbagai kegiatan, seperti penyambutan tamu kehormatan, iringan pengantin pria, hingga mengisi acara pada peringatan hari-hari besar budaya dan keagamaan.
Namun demikian, beliau juga mengakui bahwa saat ini masih terdapat tantangan dalam merangkul generasi muda agar tertarik mengikuti kegiatan positif. Meski begitu, dengan strategi pendekatan yang dilakukan secara konsisten, kegiatan tersebut tetap berjalan aktif selama kurang lebih tiga tahun terakhir dan kini telah memiliki sekitar lima puluh anggota aktif di dalam majelis.
Ust. Sulham, SH berharap kegiatan positif seperti ini mendapat perhatian dan dukungan dari dinas maupun instansi terkait, termasuk Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, agar pembinaan seni budaya dan kegiatan keagamaan masyarakat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi muda.
Penulis: Markus Yusran







