Pontianak (Kemenag Kalbar) — Kabar membanggakan datang bagi Kalimantan Barat. Program KAWANKU (Kolaborasi Aset Wakaf Amanah Nyata Melalui Kreativitas Usaha) yang diinisiasi Baitul Wakaf Munzalan Indonesia berhasil menembus jajaran finalis Kompetisi Pemberdayaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) Tingkat Nasional Tahun 2026 pada kategori wakaf.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti bahwa pengelolaan wakaf di Kalimantan Barat terus berkembang dengan pendekatan yang inovatif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan Baitul Wakaf Munzalan melaju ke babak final merupakan kebanggaan bagi Kalimantan Barat. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf produktif di daerah kita mampu bersaing di tingkat nasional dan menghadirkan dampak ekonomi maupun sosial yang dirasakan masyarakat,” ujar Muhajirin Yanis.
Berdasarkan hasil Rapat Pleno I Dewan Juri pada 4 Juli 2026, program KAWANKU ditetapkan sebagai salah satu dari tiga finalis kategori wakaf yang akan melanjutkan ke tahap penjurian offline dalam rangkaian Festival Syariah (Fesyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 di Nusa Tenggara Barat.
Pada kategori wakaf, tiga finalis yang lolos yakni:
KAWANKU (Kolaborasi Aset Wakaf Amanah Nyata Melalui Kreativitas Usaha) – Baitul Wakaf Munzalan Indonesia (KPw Kalimantan Barat); BMT Insan Samawa – BWI Provinsi Nusa Tenggara Barat (KPw Nusa Tenggara Barat); Kawasan Pemberdayaan Kopi Madaya Sinjai – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (KPw Sulawesi Selatan).
Sementara itu, pada kategori zakat, finalis yang terpilih adalah Lumbung Pangan Berkah BAZNAS dari Kalimantan Selatan, Bina Usaha Produktif (Peternakan) dari Kalimantan Timur, dan Pemberdayaan Ekonomi Kampung Ternak dari Maluku.
Muhajirin Yanis berharap seluruh finalis dapat mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi penjurian berikutnya.
“Kami mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh peserta program ZISWAF unggulan dan selamat kepada para finalis yang akan mengikuti tahapan penjurian offline pada 11 Juli 2026 dalam puncak acara Fesyar Wilayah KTI di Nusa Tenggara Barat.
Semoga seluruh finalis dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan memberikan hasil terbaik,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Baitul Wakaf Munzalan diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga pengelola ZISWAF lainnya di Kalimantan Barat untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang kreatif, profesional, dan berkelanjutan.
“Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh pengelola ZISWAF di Kalimantan Barat untuk terus berinovasi dalam mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf demi meningkatkan kesejahteraan umat,” tutup Muhajirin Yanis. (HDI)
Penulis Markus Yusran







