Lhokseumawe – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah merampungkan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga terdampak banjir di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diserahkan kepada 74 kepala keluarga (KK) yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe.
Penyerahan Dana Tunggu Hunian dilakukan di Kantor Desa Ujong Pacu, Kota Lhokseumawe, pada Jumat (30/1/2026). DTH merupakan skema bantuan penggantian hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat banjir yang terjadi pada November 2025.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, penyaluran dana dilakukan berdasarkan data by name by address (BNBA) yang diusulkan pemerintah daerah. Seluruh dana telah ditransfer oleh BNPB melalui Bank Syariah Indonesia (BSI).
“Dari total 74 kepala keluarga terdampak, seluruhnya telah menerima Dana Tunggu Hunian. Besaran bantuan yang disalurkan sebesar Rp600.000 per KK per bulan dan diberikan selama tiga bulan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).
Dana Tunggu Hunian merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana, khususnya tempat tinggal. Bantuan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyewa hunian sementara atau memenuhi kebutuhan dasar lainnya sembari menunggu pembangunan hunian tetap.
Kepala Desa Ujong Pacu menyampaikan apresiasi kepada pemerintah melalui BNPB atas dukungan yang diberikan, sehingga masyarakat terdampak banjir di wilayahnya dapat mulai bangkit dan memulihkan kondisi kehidupan pascabencana.
Selain penyaluran DTH, BNPB juga menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak berat. Saat ini, sebanyak 67 unit huntara tengah dibangun dengan progres mencapai 80 persen.
Huntara tersebut tersebar di empat lokasi, yakni 55 unit di Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu; 10 unit di Desa Jambo Timur, Kecamatan Blang Mangat; serta masing-masing satu unit di Desa Ulee Jalan dan Desa Uteunkot. Setiap unit dilengkapi ruang tidur, kamar mandi, listrik, serta perlengkapan pendukung aktivitas sehari-hari.
Pembangunan huntara ditargetkan rampung pada 5 Februari 2026 dan mulai dapat dihuni pada 7 Februari 2026. Pemerintah terus mempercepat proses pembangunan agar masyarakat terdampak banjir dapat menjalani ibadah puasa Ramadan di tempat yang aman dan layak.
Tim Redaksi


