Di Tengah Banjir Batang, Aksi Kemanusiaan PMI Pastikan Warga Terdampak Tetap Terlayani

Batang ( matanegeri.id ), Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Batang sejak 20 Januari 2026 meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Banjir setinggi hingga 1,2 meter merendam permukiman warga, sementara material longsor sempat menutup sejumlah akses jalan dan menghambat aktivitas masyarakat. Di tengah situasi darurat tersebut, kepedulian dan semangat gotong royong menjadi harapan bagi warga terdampak.

 

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik hasil sumbangan masyarakat kepada para korban banjir dan longsor. Aktivitas di Markas PMI Batang tampak padat sejak pagi. Para relawan terlihat sigap menyiapkan logistik yang akan dikirimkan ke lokasi pengungsian maupun dapur umum di wilayah terdampak.

 

Kepala Markas PMI Kabupaten Batang, Karyono, menegaskan bahwa pihaknya terus bersiaga penuh untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, khususnya kebutuhan pangan. PMI juga menjalin koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal.

 

“PMI tetap proaktif dalam suasana yang memprihatinkan ini. Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD, bahkan kemarin dilakukan rapat di markas untuk persiapan penanganan banjir dan pendistribusian bantuan,” ujar Karyono saat ditemui di Markas PMI Batang, Kamis (22/1/2026).

 

Bantuan yang disalurkan PMI bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Batang. Berbagai kebutuhan pokok disalurkan, mulai dari beras, minyak goreng, mi instan, hingga telur. Seluruh bantuan tersebut didistribusikan melalui Dinas Sosial Kabupaten Batang yang mengelola dapur umum bagi para pengungsi.

 

Khusus pada Rabu (21/1/2026), PMI Kabupaten Batang memproduksi ribuan nasi bungkus untuk warga yang terisolasi akibat banjir. Total sebanyak 1.050 nasi bungkus disalurkan ke beberapa wilayah terdampak, yakni Karangasem Utara sebanyak 500 bungkus, Klidang Lor 500 bungkus, dan Karangasem 50 bungkus.

 

“Kami membuatkan nasi bungkus sejumlah 1.050. Selain itu, mulai hari ini petugas posko PMI juga sudah siap siaga untuk membantu masyarakat,” jelas Karyono.

 

Di balik ribuan paket bantuan tersebut, terdapat kerja keras para relawan PMI yang bekerja tanpa mengenal lelah. Sebanyak 20 hingga 30 personel diterjunkan langsung ke lapangan, baik untuk mengelola dapur umum maupun mendistribusikan bantuan secara langsung kepada warga terdampak.

 

“Kemarin hampir 20 personel diterjunkan. Ada yang bertugas di dapur umum, ada juga yang membagikan nasi bungkus langsung ke masyarakat. Insya Allah PMI akan terus aktif membantu sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan PMI,” tambahnya.

 

Saat ini, PMI Kabupaten Batang didukung oleh lebih dari 100 relawan aktif yang bersiaga selama 24 jam. Para relawan tersebut tidak hanya terlibat dalam penanganan bencana banjir, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial lainnya, termasuk program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

 

Untuk memenuhi kebutuhan makan sekitar 2.400 jiwa sebanyak tiga kali sehari, PMI telah menyiapkan logistik dalam jumlah besar. Logistik tersebut meliputi bahan pokok berupa 3 kwintal beras, 70 liter minyak goreng, serta tujuh tong telur. Selain itu, tersedia pula berbagai bumbu dan sayuran seperti cabai, bawang merah, bawang putih, kubis, wortel, dan seledri. Kebutuhan dapur lainnya, seperti gas elpiji 12 kilogram, peralatan pembungkus, dan bumbu pelengkap juga telah disiapkan.

 

Meski sejumlah jalur transportasi, termasuk Jalan Raya Bandar–Batur, telah kembali normal setelah sempat tertutup material longsor, ancaman bencana dinilai belum sepenuhnya berakhir. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, menyebutkan bahwa hingga kini masih terdapat warga yang mengungsi, di antaranya di Perumahan Nagita, Desa Cepagan.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Batang, Suyono, mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi sewaktu-waktu.

 

“Masyarakat harus tetap waspada dan mengantisipasi kondisi alam yang sulit diprediksi. Jangan lengah dalam menghadapi cuaca ekstrem, karena belum tentu bencana ini sudah benar-benar berakhir,” ujarnya.

 

Hingga kini, petugas gabungan bersama relawan PMI masih terus melakukan asesmen di Desa Klidang Lor dan Kelurahan Karangasem Utara guna memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan dan perlindungan yang layak.

 

( Tim Redaksi )

More From Author

PROJO NIAS : Terima Kasih Pak Presiden RI Atas Pencabutan izin Operasional Perusahaan Perusak Hutan di Kep. Nias

Di Tengah Banjir Batang, Aksi Kemanusiaan PMI Pastikan Warga Terdampak Tetap Terlayani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *