Cirebon – Mata Negeri, 10 Mei 2026 — DKM Baitul Muttaqin Desa Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menggelar kegiatan arak-arakan, sunatan massal, hingga Tabligh Akbar yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat.
Ketua DKM sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, M. Doli Susanto, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB hingga ba’da dzuhur dengan arak-arakan peserta sunatan massal. Kegiatan tersebut dimulai dari halaman Masjid Baitul Muttaqin, kemudian berkeliling melewati jalan-jalan Desa Kedungdawa dan kembali lagi ke halaman masjid.
“Arak-arakan diikuti perwakilan dari setiap RT yang ada di Desa Kedungdawa. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” ujar M. Doli Susanto.

Usai kegiatan arak-arakan, sekitar pukul 13.00 WIB dilanjutkan dengan sunatan massal yang diikuti sebanyak 25 anak. Tidak hanya berasal dari Desa Kedungdawa, sebagian peserta juga datang dari desa-desa tetangga.
Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian dan Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah D.r K.H M. Abbas Bullyachie Fuad Hasyim, M.A atau yang akrab dikenal dengan sebutan Gus Abbas.
M. Doli Susanto bersama Kuwu Desa Kedungdawa, H. Sanita Wijaya, mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan kondusif.

“Alhamdulillah dari pagi hingga malam kegiatan berjalan dengan baik tanpa hambatan,” ungkap H. Sanita Wijaya.
Dalam keterangannya, Kuwu Kedungdawa juga menjelaskan bahwa kegiatan arak-arakan dan sunatan massal tersebut merupakan tradisi tahunan yang sudah berlangsung lama di tengah masyarakat.
“Tradisi ini sudah ada sejak sebelum saya menjabat sebagai kuwu. Tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan yang ke-31 tahun,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan tersebut diselenggarakan oleh pemerintah desa, maka untuk tahun ini pelaksanaannya diambil alih oleh DKM Baitul Muttaqin karena keterbatasan anggaran desa.
“Untuk tahun ini tidak ada anggaran dari desa, sehingga pelaksanaannya diambil alih oleh DKM dengan menggunakan dana swadaya masyarakat,” tambahnya.
Baik pihak pemerintah desa maupun panitia berharap kegiatan arak-arakan dan sunatan massal tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya demi menjaga tradisi serta mempererat kebersamaan masyarakat Desa Kedungdawa.
“Harapan kami, kegiatan ini harus terus berjalan setiap tahun, baik dilaksanakan oleh desa maupun DKM. Yang terpenting tradisi dan kepedulian terhadap masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.
(SOKIBIN)







