TEGAL | MATA NEGERI —
Potret ketimpangan pembangunan kembali tersaji di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Seorang ibu hamil terpaksa digotong warga menyebrangi sungai demi bisa mendapatkan layanan persalinan, lantaran hingga kini wilayahnya belum memiliki jembatan penghubung menuju fasilitas kesehatan.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi di Pedukuhan Karangsari, Desa Wet Galih, Kecamatan Jatinegara. Ibu hamil bernama Ikoh (30), warga setempat, yang tengah mengandung anak keempat, harus ditandu secara manual oleh warga saat hendak dirujuk ke rumah sakit.
Akses jalan menuju fasilitas kesehatan terputus oleh aliran sungai tanpa jembatan. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, sehingga satu-satunya cara yang bisa dilakukan warga adalah bergotong royong mengangkat Ikoh melewati sungai, dengan risiko keselamatan yang sangat tinggi.
Kondisi ini terekam dalam dokumentasi warga dan viral di tengah masyarakat. Fakta tersebut memperlihatkan masih rapuhnya infrastruktur dasar di pedesaan, khususnya akses vital menuju layanan kesehatan, yang seharusnya menjadi prioritas utama negara.
Warga menilai, situasi ini bukan hanya memprihatinkan, tetapi juga mengancam nyawa ibu dan bayi. Dalam kondisi darurat seperti persalinan, keterlambatan penanganan dapat berujung fatal.
“Kalau sudah darurat seperti ini, nyawa jadi taruhannya. Kami cuma ingin jalan dan jembatan yang layak,” ujar salah satu warga Pedukuhan Karangsari.
Diketahui, Pemerintah Desa Wet Galih melalui kepala desa setempat telah berupaya mencari jalur alternatif agar warga tetap bisa mengakses layanan kesehatan. Namun keterbatasan geografis dan minimnya infrastruktur membuat solusi tersebut belum mampu menjawab kebutuhan warga secara maksimal.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, provinsi hingga pemerintah pusat segera turun langsung meninjau kondisi di lapangan dan mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan permanen. Warga menegaskan, pembangunan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan menyangkut keselamatan dan hak dasar masyarakat.
Peristiwa ini menjadi cermin bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah pedesaan, masih menjadi pekerjaan rumah besar yang menuntut kehadiran nyata negara.
Sumber : Sekhudin Tegal
Penulis : Kanda Ali
Editor : Redaksi Mata Negeri


