Johannes Abraham Dimara: Putra Papua, Penjaga Merah Putih hingga Titik Darah Penghabisan

Papua, Mata Negeri Nama Mayor TNI Johannes Abraham Dimara bukan sekadar catatan dalam buku sejarah, melainkan denyut keberanian dari tanah Papua yang ikut menentukan tegaknya kedaulatan Indonesia. Lahir pada 16 April 1916 di Korem, Biak Utara, Dimara tumbuh dalam zaman penjajahan, ditempa oleh kerasnya sejarah, dan memilih jalan pengabdian tanpa ragu.

Pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, ketika Belanda berupaya kembali menancapkan kekuasaan melalui NICA (Netherlands Indies Civil Administration), Dimara tampil di garis depan perlawanan. Bersama para pemuda, ia mengobarkan aksi heroik dengan merebut Namlea, pusat administrasi di Pulau Buru sebuah langkah berani yang mengguncang otoritas kolonial.

Keberanian itu harus dibayar mahal. Dimara ditangkap dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh pemerintah kolonial. Namun jeruji besi tak pernah memenjarakan semangatnya. Dari balik sel, ia tetap menyusun harapan, bahkan sempat mencoba melarikan diri dari penjara Ambon. Upaya itu gagal; ia kembali ditangkap dan dipindahkan ke penjara Digul, tempat yang dikenal kejam bagi para tahanan politik. Di sanalah keteguhan jiwanya diuji dan justru kian mengeras.

Dalam perjalanan militernya, Dimara mengabdi pada berbagai kesatuan penting, terlibat dalam Revolusi Nasional Indonesia, Invasi Buru/Ambon, hingga Infiltrasi Teluk Etna dalam sengketa Irian Barat. Dedikasinya diakui negara: pangkatnya dinaikkan dari Pembantu Letnan menjadi Mayor oleh Presiden Republik Indonesia. Puncak penghormatan datang pada tahun 2010, ketika ia resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia, bersama Dr. J. Leimena pengakuan atas jasa yang tak ternilai.

Johannes Abraham Dimara wafat pada 20 Oktober 2000 di Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Namanya kini abadi, di antaranya sebagai Pangkalan Udara TNI AU Johannes Abraham Dimara di Merauke sebuah penanda bahwa dari Papua, cinta pada Indonesia berakar kuat dan tak tergoyahkan.

 

#JohannesAbrahamDimara

#PahlawanNasional

#PutraPapua

#PejuangKemerdekaan

#NKRIHargaMati

#SejarahIndonesia

#MerahPutih

 

Sumber: Hj Hagia Sophia

Editor : Tim Redaksi

More From Author

DI BALIK KAUS KAKI DAN ASAP KRETEK: Perang Senyap Para Arsitek Kedaulatan

Putra Aceh di Garda Terdepan: Kolonel Inf Ali Imran dan Ketegasan Menjaga Marwah NKRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *