Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari agenda prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan MBG yang digelar Pemkot Jambi di Aula Telanaipura Bappeda Kota Jambi, Kamis (15/1/2026).
Program MBG merupakan kebijakan unggulan nasional yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan MBG sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, penyedia bahan pangan, hingga pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Hari ini semua pihak duduk bersama untuk memetakan berbagai persoalan di lapangan, baik terkait ketersediaan bahan pokok, regulasi, maupun kondisi riil pelaksanaan. Pemerintah kota memfasilitasi agar akselerasi program berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujar Maulana.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Jambi telah menetapkan Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 765 Tahun 2025 tentang pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan MBG. Satgas ini diketuai oleh Sekretaris Daerah dan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Melalui Satgas tersebut, Pemkot Jambi menargetkan sebanyak 275.738 warga—mulai dari balita, peserta didik, ibu hamil, hingga ibu menyusui—menjadi penerima manfaat MBG hingga pertengahan 2026.
“Target kami, pada Juni 2026 sebanyak 74 dapur SPPG sudah beroperasi penuh untuk menjangkau seluruh sasaran MBG. Kota Jambi harus menjadi contoh sebagai ibu kota provinsi,” tegas Maulana.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan pangan seiring meningkatnya kebutuhan dapur SPPG. Menurutnya, secara umum ketersediaan pangan di Kota Jambi masih dalam kondisi aman, namun pengawasan harus terus diperkuat untuk menjaga stabilitas.
Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kota Jambi Mulyadi melaporkan bahwa hingga Januari 2026 telah terbentuk 38 dapur SPPG dari target 74 dapur, atau setara dengan capaian sekitar 62 persen. Sebanyak 36 dapur lainnya saat ini masih dalam tahap pembangunan.
“Dengan progres yang ada, kami optimistis target dapur SPPG dapat tercapai, bahkan berpotensi melampaui target yang ditetapkan,” ujarnya.
Hingga saat ini, Program MBG di Kota Jambi telah menjangkau 94.302 penerima manfaat, yang terdiri atas 1.120 balita, 175 ibu hamil, 439 ibu menyusui, serta 92.568 peserta didik.
Anggota DPD RI Elviana mengapresiasi langkah Pemkot Jambi yang secara proaktif melakukan evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran negara serta keberlanjutan program.
“Kota Jambi menjadi salah satu daerah yang serius mengawal Program Makan Bergizi Gratis. Ini merupakan kesempatan besar bagi anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa, dan kami di DPD RI akan terus mengawalnya,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama percepatan pelaksanaan MBG oleh Pemkot Jambi, Satgas MBG, Koordinator Wilayah BGN Kota Jambi, distributor bahan pokok, serta mitra dan yayasan pengelola MBG. Langkah ini menegaskan komitmen daerah dalam mendukung program prioritas nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.


