Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air pada Sabtu sore menjelang malam, 24 Januari 2026, setelah merampungkan rangkaian kunjungan kerja ke tiga negara. Presiden tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia.
Kedatangan Presiden Prabowo disambut oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, serta Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.
Lawatan luar negeri selama lima hari tersebut menghasilkan sejumlah capaian konkret yang strategis bagi kepentingan nasional. Salah satu hasil utama adalah komitmen investasi di sektor maritim senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun melalui kerja sama dengan Pemerintah Inggris.
Selain itu, Indonesia juga menjalin kesepakatan pembangunan sebanyak 1.582 kapal ikan yang seluruh proses produksinya akan dilakukan di dalam negeri. Program ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 600.000 tenaga kerja, sekaligus memperkuat industri maritim nasional.
Di bidang pendidikan, Presiden Prabowo berhasil memperluas kerja sama dengan 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, khususnya dalam bidang kedokteran serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dalam ranah diplomasi global, Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace (BOP) sebagai bentuk komitmen nyata terhadap upaya perdamaian dunia, khususnya dalam mendukung pemulihan konflik di Gaza yang menunjukkan perkembangan signifikan.
Presiden Prabowo juga memanfaatkan forum internasional World Economic Forum (WEF) untuk menyampaikan konsep ekonomi nasional bertajuk “Prabowonomics” di hadapan 65 kepala negara serta lebih dari 1.000 CEO perusahaan besar dunia.
Menutup rangkaian kunjungannya, Presiden turut menyepakati peningkatan kerja sama strategis dengan Pemerintah Prancis di berbagai sektor, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional.
Kepulangan Presiden Prabowo menandai berakhirnya kunjungan luar negeri yang sarat dengan diplomasi aktif serta hasil nyata bagi kepentingan Indonesia di tingkat global.
Tim Redaksi


