Kabupaten Agam — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam, personel Batalyon C Resimen II Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan 50 personel Batalyon C Resimen II Pasukan Pelopor yang tergabung dalam BKO Operasi Aman Nusa II. Dalam pelaksanaannya, personel Brimob memanfaatkan peralatan SAR untuk menghadirkan wahana flying fox mini sebagai sarana bermain sekaligus terapi pemulihan psikologis bagi anak-anak.
Melalui suasana yang aman dan menyenangkan, anak-anak diajak berinteraksi serta bermain bersama personel Brimob. Kegiatan trauma healing ini bertujuan membantu memulihkan kondisi emosional dan mental anak-anak pascabencana, sekaligus menumbuhkan kembali rasa aman, keberanian, dan kepercayaan diri agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Iptu Herman Agustinus Marini, S.Tr.K., yang menegaskan bahwa perhatian terhadap aspek psikologis, khususnya anak-anak, merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.
“Kami melaksanakan trauma healing ini agar anak-anak tidak terus terjebak dalam trauma akibat bencana. Kami ingin menghadirkan rasa aman dan kebahagiaan, sehingga mereka dapat kembali ceria dan optimis menatap hari depan,” ujarnya.
Aksi ini menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui Korps Brimob Polri dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat. Kehadiran Brimob tidak hanya fokus pada penanganan darurat dan kegiatan SAR, tetapi juga pada pemulihan psikososial masyarakat, khususnya anak-anak.
Diharapkan, sepanjang tahun 2026 proses pemulihan dan pembangunan kembali di wilayah terdampak bencana, terutama di Kabupaten Agam, dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas secara normal.
Tim Redaksi


