Silaturahmi PERGUNU–JKSN di Surabaya, Menko Polkam Tegaskan Peran Strategis Guru dan Pesantren bagi Bangsa

Surabaya, MataNegeri.id – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa masa depan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan. Dalam pandangannya, guru memegang peran sentral sebagai pencetak sumber daya manusia unggul yang akan membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik.

 

Hal tersebut disampaikan saat membuka acara Silaturahmi Alim Ulama dan Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (NU) yang dirangkaikan dengan kegiatan PERGUNU dan JKSN di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (14/2/2026).

 

“Pendidikan sangat menentukan. Guru harus hebat, karena dari tangan guru akan lahir manusia-manusia hebat yang membawa bangsa ini ke masa depan yang lebih baik,” tegas Djamari di hadapan para alim ulama, kiai, dan guru.

 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran besar para ulama, guru, dan santri NU. Menurutnya, nilai perjuangan, keteladanan, serta semangat pengabdian yang diwariskan para pendahulu harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Kemerdekaan Indonesia salah satunya karena jerih payah para ulama, guru, dan santri NU. Semangat itu harus terus kita warisi dengan tekad dan komitmen yang kuat,” ujarnya.

 

Djamari turut membagikan refleksi pribadinya tentang peran guru dalam perjalanan hidupnya. Ia mengakui, capaian yang diraihnya hingga saat ini tidak terlepas dari bimbingan dan didikan para guru. Karena itu, ia menilai profesi guru sebagai profesi yang terhormat dan sangat strategis dalam pembangunan nasional.

 

“Saya bisa berada di posisi ini karena peran guru. Betapa mulianya profesi guru. Mereka adalah kunci utama pembangunan bangsa,” tambahnya.

 

Ia menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa profesi guru memiliki posisi yang kuat, penting, dan dominan dalam menjawab harapan besar bangsa. Oleh sebab itu, seluruh pihak perlu memberikan dukungan nyata terhadap penguatan kualitas dan kesejahteraan guru.

 

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai JKSN memiliki peran strategis sebagai penyejuk dan pendamai di tengah dinamika masyarakat. Ia menyebut para kiai dan santri mampu menjadi rujukan yang tepat dalam menghadirkan kebaikan bersama.

 

“Para santri dan kiai harus menjadi rumah besar yang menyejukkan dan menyatukan kita semua,” ujar Khofifah.

 

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara wawasan global dan kearifan lokal dalam membangun karakter bangsa. Menurutnya, perpaduan global mindset dan local wisdom akan melahirkan generasi berakhlakul karimah yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

 

Senada dengan itu, Ketua Umum PERGUNU dan JKSN, K.H. Asep Saifuddin Chalim, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran sentral dalam sejarah perjuangan bangsa. Pesantren, katanya, bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga benteng kebangsaan yang menjaga persatuan dan kesatuan.

 

“Pondok pesantren adalah benteng kebangsaan. Dengan penguatan paham Ahlussunnah wal Jama’ah, persatuan dan kesatuan bangsa dapat terus terjaga,” tegasnya.

 

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan guru dalam membangun generasi unggul demi masa depan Indonesia yang lebih kokoh dan berdaya saing.

 

Tim Redaksi

More From Author

Semangat Kesatria Perkasa Menggema di Kejuaraan Ormil Jawara Pasmar 2 Sidoarjo

Kemenko Polkam Petakan Isu Strategis Kerja Sama Multilateral Pertahanan dan Keamanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *