Sultan Ternate Ziarahi Air Santosa di Kepulauan Sula: Menelusuri Jejak Sejarah

Mata Negeri.id

KEPULAUAN SULA, MALUKU UTARA – Sultan Ternate ke-49, Sultan Hidayatullah Sjah, melakukan kunjungan bersejarah ke Air Santosa di Desa Fukweu, Kabupaten Kepulauan Sula, pada hari Selasa, 23 Desember 2025. Kunjungan ini menjadi simbol penguatan hubungan antara Kesultanan Ternate dan masyarakat Kepulauan Sula, serta upaya pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya.

Air Santosa di Desa Fukweu merupakan salah satu sumber mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Keistimewaan air ini terletak pada sejarahnya yang erat kaitannya dengan Air Santosa yang berada di Kedaton Kesultanan Ternate. Menurut cerita turun temurun, kedua mata air ini memiliki hubungan spiritual dan menjadi saksi bisu perjalanan panjang Kesultanan Ternate.

Dalam kunjungannya, Sultan Hidayatullah Sjah didampingi oleh sejumlah tokoh adat dan pejabat daerah. Beliau melakukan serangkaian ritual adat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan memohon keberkahan bagi masyarakat Kepulauan Sula. Sultan juga berdialog dengan tokoh masyarakat setempat untuk menggali lebih dalam mengenai sejarah dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Air Santosa.

“Kunjungan ini adalah wujud komitmen kami untuk terus menjaga dan melestarikan warisan sejarah dan budaya Kesultanan Ternate, serta mempererat tali persaudaraan dengan seluruh masyarakat Maluku Utara, khususnya Kepulauan Sula,” ujar Sultan Hidayatullah Sjah dalam sambutannya.

Beliau juga menambahkan bahwa Air Santosa merupakan aset berharga yang harus dijaga kelestariannya. Sultan berharap, kunjungan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan sumber-sumber mata air sebagai sumber kehidupan.

Kunjungan Sultan Ternate ke Air Santosa ini disambut antusias oleh masyarakat Kepulauan Sula. Mereka berharap, kunjungan ini dapat membawa berkah dan kemajuan bagi daerah mereka. Selain itu, masyarakat juga berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian Air Santosa sebagai salah satu objek wisata sejarah dan budaya yang potensial di Kepulauan Sula.

Tim Redaksi

More From Author

Mengenang Laksamana R.E. Martadinata, KSAL Tegas yang Gugur dalam Tugas Negara

Dana Otsus Papua Rp12,6 Triliun Cair, Presiden Prabowo Ingatkan Penggunaan Tepat Sasaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *