TERNATE — Pernyataan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dalam sebuah forum resmi kembali menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Aksi politik Sherly tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai langkah “skakmat” terhadap Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyusul perdebatan yang mencuat dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kepala Daerah se-Maluku Utara.
Perdebatan bermula saat Wali Kota Ternate menyampaikan pernyataan bahwa Gubernur Sherly Tjoanda disebut tidak pernah melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Ternate, meskipun berdomisili di Kota Ternate. Pernyataan tersebut kemudian langsung mendapat tanggapan dari Gubernur Sherly.
Sherly Tjoanda membantah pernyataan itu dengan menyebutkan bahwa dirinya pernah melakukan kunjungan ke kelurahan di Kota Ternate bersama Menteri Hukum. Namun, pada saat kunjungan tersebut, baik Wali Kota Ternate maupun Sekretaris Daerah Kota Ternate tidak hadir.
“Saya pernah kunjungan ke kelurahan bersama Pak Menteri Hukum waktu itu, tapi Pak Wali Kota tidak hadir. Yang ada hanya ibu lurah. Pak Sekda tidak ada, Pak Wali pun tidak ada,” ungkap Sherly Tjoanda.
Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memantik berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak warganet menilai klarifikasi Sherly Tjoanda sebagai bantahan tegas yang mematahkan pernyataan Wali Kota Ternate, sementara sebagian lainnya meminta agar polemik tersebut tidak berlarut-larut dan difokuskan pada sinergi pembangunan daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lanjutan dari Wali Kota Ternate terkait pernyataan Gubernur Maluku Utara tersebut. Polemik ini menjadi perhatian publik karena dinilai mencerminkan dinamika hubungan antarpemimpin daerah di Maluku Utara yang seharusnya tetap terjaga demi kepentingan masyarakat.
Tim Redaksi







